Memperingati Hari Dokter Nasional, Aksi Demo Menjadi Viral

≈BARU!!!≈

BELI 3 BOTOL QNC JELLY GAMAT, GRATIS 1 BOTOL JELLY GAMAT RASA JERUK

*BERLAKU UNTUK KELIPATANNYA, DI BAWAH 10 BOTOL

PROMO TERBATAS LHO!

Memperingati Hari Dokter Nasional, Aksi Demo Menjadi Viral

Tahukah anda bahwa pada hari ini tepatnya tanggal 24 oktober 2016, berlangsung peristiwa menarik di luar sana. Guna memperingati hari dokter nasional, aksi demo menjadi viral di media sosial. Sebanyak ratusan orang yang berprofesi di bidang medis, turun ke jalan menyerukan aspirasinya.

Kumpulan massa yang menyatakan ikatan dokter indonesia disingkat IDI beramai-ramai menolak program Dokter layanan primer alias DLP. Sebetulnya hal demikian bukan kali pertama melainkan tahun sebelumnya pun sudah pernah diselenggarakan pihak bersangkutan. Namun mungkin ada sedikit perbedaan dibanding yang lalu bukan sekadar seremonial semata. Keseluruhan anggota IDI sepakat melakukan gerakan damai.

Dr. Hadi Wijaa, MPH. Mh Kes sebagai hubungan legislatif negara memaparkan, menyaksikan tindakan tersebut menandakan perkara penting dan perlu diperjuangkan. Selaku pengurus besar kami memperoleh suara dari daerah untuk menunjukkan buah pikir kami. Gelaran ini bertujuan menghadirkan pelayanan sektor kesehatan dan perbaikan kualitas petugas tambah beliau.

Memperingati Hari Dokter Nasional, Aksi Demo Menjadi Viral

Perwakilan IDI kawasan riau, membentangkan spanduk berisi keluhan mereka. “Rakyat tidak butuh DLP, rakat butuh obat dan alat” begitu bunyi yang hendak disampaikan. Serupa pula IDI bagian Sumedang sama menentang prodi / program studi DLP lewat pernyataan “Prodi DLP bukan solusi, melainkan cuma pemborosan anggaran”.

IDI mau mengkritisi kondisi kebijakan yang diusung pemerintah semisal fakultas kedokteran belum mengeekor ketentuan berlaku. Bukti jelasnya ialah pemberian 5 izin fakultas baru oleh kementerian padahal tanpa rekomendasi tim penilai yang sengaja dibentuk sendiri. Selain itu standar biaya pendidikan dinilai tinggi, sukar dijangkau masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Selanjutnya suport tenaga pengajar bersama fasilitas masih kurang layak. Kebijakan program DLP jauh untuk tuntas dibahas pada taraf organisasi karir dan konsil kedokteran indonesia (KKI). Orasi berikutnya yakni jaminan kesehatan nasional (JKN) yang diterapkan BPJS patut dikoreksi kembali pengawasan, kemudian aspek pembiayaan.

Walau sekian rupa poin telah terbeberkan, isu yang merupakan tren tidak terlepas tetap menyangkut DLP. Acuan kompetensi pelayanan luas mesti diutamakan kebaikan. Pelaku demo membagi 3 titik melibatkan gedung kemenkes, kemenkopolhukam, juga istana merdeka. Alasan dipisahnya lokasi karena poin-poin yang digagas bersifat desakan secara bertahap (advokasi).

Semoga hari spesial ini pasien sakit tidak dibebani dan segi perawatan yang diberikan tambah bagus.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Informasi diatas dipersembahkan Jelly Gamat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *