Mengusut Gangguan Osteoporosis Yang Cenderung Diabaikan

Mengusut Gangguan Osteoporosis Yang Cenderung Diabaikan

Osteoporosis atau tulang keropos / porotik jelas mengakibatkan pengaruh buruk bagi tulang sebagai penyangga tubuh. Sebab masalah ini, tulang bisa rapuh sehingga peka akan patah tulang. Untuk itu mari mengusut gangguan osteoporosis yang cenderung diabaikan.

Mengapa orang kadang acuh dengan osteoporosis? Karena sesudah diketahui adanya keretakan tulang, barulah kelainan tersebut terlihat. Diantara fraktur atau pecahnya tulang, tulang belakang, pergelangan tangan, serta tulang pinggul termasuk kasus terbanyak dijumpai. Mengacu data penelitian, wanita lebih rentan empat kali lebih besar mendera osteoporosis. Bagaimana bisa demikian? Faktor usia, struktur tulang atau massanya sedikit dibanding pria dan menopause pemicunya. Sehingga menyangkut penyakit ini kaum hawa berkisar sepertiga populasi sementara pria seperlimanya.

Gejala yang kerap dialami yaitu nyeri luar biasa di area cedera. Bahkan saat pengeroposan bertambah berat, penderita merasakan tinggi badan malah menurun seirin waktu, postur badan membungkuk, punggung kesakitan. Kepadatan tulang yang terus terkikis disebabkan oleh:

  • Peradangan dalam organ tubuh meliputi crohn, rheumatoid arthritis, paru obstruktif kronik / COPD.
  • Riwayat keluarga (genetik).
  • Malabsorpsi yang artinya nutrisi makanan tidak sanggup diserap.
  • Sering meminum alkohol.
  • Penggunaan obat berjangka panjang yang menyerang ukuran hormon maupun kekuatan tulang.
  • Penyakit kelenjar pembuat hormon.

Tidak cukup sebatas tulang, osteoporosis ternyata mempunyai ikatan pada rongga mulut. Tulang rahang dan gigi bahkan gusi tak pelak menjadi korban. Berdasarkan riset, gigi tanggal alias ompong lagi goyang memperlihatkan tulang melembek. Untungnya kecemasan bisa disiasati melalui kunjungan ke dentis juga pemeliharaan pola hidup bermutu guna jaga sehatnya tulang. Tambahan upaya mencegah patahnya tulang bisa diterapkan tips berikut:

  • Mengelola stres
  • Cek berkala kesehatan minimal setahun sekali kalau menginjak 30 tahun
  • Istirahat cukup
  • Olahraga atau merangsang aktivitas fisik dengan durasi 30 menit
  • Hentikan merokok
  • Diet seimbang terutama vitamin D serta kalsium

Diagnosa merupakan metode pertolongan yang dianjurkan. Pemeriksaan intens adakah osteoporosis atau tidak. Tes DEXA (Dual Energy X-Ray  absorptiometry)-scan biasanya yang dapat ditempuh. Pergerakan penting meredakan resiko tulang pengidap osteoporosis adalah jalan kaki. Selain murah dan mudah, jalan kaki itu bermanfaat.

Bahasan lain: cara menghilangkan flek hitam wajah yang membandel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *